Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan

Virgin Island, The Most Beautiful Beach In Bangka Belitung


Suka menjelajah pantai-pantai indah di kawasan Nusantara? Jika iya, Anda harus mencicipi sensani kenikmatan berbalur pasir pantai dan air laut di Virgin Island yang terletak di Bangka Belitung

Virgin Island adalah sebuah pulau kecil di Belinyu yang bisa ditempuh hanya dengan waktu 10 menit dengan perahu nelayan. Untuk menuju ke Virgin Island dari kota Pangkalpinang membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Pulau ini sangat cocok buat bagi Anda yang ingin melihat ragam tempat tersembunyi yang masih natural, karena memang di sini boleh dibilang belum tersentuh pembangunan berarti. Lokasi ini sangat cocok juga untuk small group outing sebab kita bisa melakukan petualangan seru di lokasi ini.

Virgin Island sendiri bisa dikelilingi 360 derajat dengan berjalan kaki melewati obstacle batu granit, pantai dan laut,,seru pastinya. disini juga terdapat “Sofa Sand” yang mana bisa dinikmati dengan duduk-duduk sambil bercengkrama bersama teman atau keluarga. Lokasi ini juga sangat cocok apabila dijadikan camping ground, namun perlu diingat jangan lupa membawa bekal makanan dan minuman

Bagi Anda yang senang bepergian dengan gaya backpacker, agar dapat menuju ke Virgin Island, Anda bisa menggunakan jasa travel agent yang khusus menangani tur di sana. Salah satunya adalah Bangka Belitung Tour yang menyediakan paket menarik dengan harga terjangkau.

Anda bisa memilih paket Backpacker Vaganza yang dibanderol dengan harga Rp. 385.000/pax.

Package Include:
Full Air Conditioned Transportasi.
APV / Xenia untuk 1-6 peserta.
Elf untuk jumlah peserta 7-12 peserta.
Bus untuk diatas 14 peserta.
Akomodasi hotel
Wisata ke pulau*
Breakfast
Ticket Masuk Object Pariwisata.
Air Mineral.
Guide.

Bonus:
Optional Destinasi. (apabila waktu mencukupi)
Luggage Handling.*

Package Exclude:
Airline Ticket
Airport Tax
Personal Expenses. (Laundry, Mini Bar, Phone Bill & Room Service Meal)
Tips Guide.



Sumber : http://mensjourneyid.com/virgin-island-the-most-beautiful-beach-in-bangka-belitung/

GEMPAR!!! Sebuah Jembatan Misterius Muncul Ditengah Laut


Masyarakat Dusun Sitembang, pulau Kangean Sumenep, dikejutkankan dengan munculnya jembatan ajaib di tengah laut. Selama ini warga belum pernah melihat orang membuat jembatan tersebut.

Jembatan atau pulau karang tersebut muncul pada Jumat (25/01) malam yang lalu. Sekitar pukul 23.50 WIB, salah seorang warga bernama Bukhori (47), melihat sinar di tengah laut tersebut. Sinar itu berupa api serta mengeluarkan asap. Bersamaan dengan sinar itu juga terdengar seperti ada orang kerja bakti. Tiba-tiba dipagi harinya sudah muncul jembatan tersebut.

“Kami sudah ke sana, memang ada jembatan yang tertata dari batu, sayang saya dengan rombongan tidak bisa terlalu dekat karena saat ini ombaknya besar,” kata Camat Arjasa Purwo Edi Prayitno, Rabu (30/01).

Jembatan ajaib itu panjangnya kira-kira 1,5 kilo meter dan lebarnya sekitar 7 meter dengan melintang ke arah barat dan timur. Anehnya lagi, jembatan tersebut tertata rapi seperti yang dibuat oleh manusia dan bahannya terdiri dari batu gunung.

“Itu sebelumnya memang tidak ada jembatan, makanya sangat ajaib tiba-tiba muncul jembatan, anehnya lagi itu sangat tertata rapi,” tuturnya.

Hingga saat ini, warga setempat tidak tahu siapa yang membuat jembatan tersebut. Mereka masih timbul tanda tanya besar dengan kejadian aneh yang sangat mengejutkan itu. Warga setempat menyebut jembatan itu dengan tangkis siluman.


Banyak masyarakat kangeyan yang menceritakan bahwa daratan di tepi laut yang sekarang ada jembatan ajaibnya memang dikenal sebagai daerah angker dan sering banyak makan korban jiwa. Daratan tepi pantai teresebut juga terkenal dulunya sebagai tempat orang-orang bertapa.

Ada yang lebih aneh, munculnya jembatan ajaib di Arjasa Kangean bersamaan dengan munculnya gundukan batu karang di perairan Desa Pelabuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura. Gundukan karang tersebut menyerupai tangkis laut, semakin hari semakin tampak lebar. Padahal, sebelumnya lokasi pulau karang itu berupa laut lepas, sehingga banyak warga yang terkejut atas fenomena alam tersebut. Warga pun berbondong-bondong mendatangi tangkis laut yang seolah membentuk pulau tersendiri itu.

Seorang warga bernama Martain Masturi, warga setempat menuturkan, munculnya tangkis laut itu diketahui warga semenjak tiga hari lalu, tepatnya Jumat. Martain menambahkan, tumpukan karang itu berbentuk melingkar. Setiap hari gundukan karang itu semakin membesar.

”Semakin membesar tumpukannya, ketika air surut maka bentuk tangkis semakin kelihatan,”

Hal senada diungkapkan Munir, warga yang rela basah-basah melihat dari dekat. Dia menuturkan, pihaknya heran saja melihat gundukan karang yang membentuk pulau tersendiri. Kepala Desa Pelabuhan Supriadi menjelaskan, munculnya tangkis laut diperkirakan sudah satu pekan. Namun, warga baru mengetahuinya tiga hari yang lalu. Dikatakan, entah berasal dari kepercayaan atau tidak, sebelum ada tangkis laut itu di atasnya sering ada sinar, tapi kemudian hilang begitu saja.

”Sesepuh-sesepuh Pelabuhan dulu menyebutnya Takat Emas, dekat bibir pantai banyak Buju’ (Mdr, tempat dikeramatkan),” katanya.

Dua kejadian tersebut ada yang mengatakan bahwa telah terjadi pergeseran bumi sehingga yang awalnya terendam air laut, maka muncul kepermukaan laut. Ada juga yang mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan kekuasaan Tuhan yang telah ditunjukkan kepada hambaNya. Selain itu ada juga anggapan bahwa disekitar daratan pinggir laut tersebut ada kuburan wali yang ingin dilindungi dari hempasan gelombang laut. Sungguh banyak persepsi. Entah yang mana yang benar. Ini butuh penelitian lebih lanjut.



Sumber : http://uniknya.hanifanews.com/2013/04/gempar-sebuah-jembatan-misterius-muncul.html

Ikan Amfibi Langka Ditemukan di Pesisir Selatan Yogyakarta

Spesies yang ditemukan adalah Andamia heteroptera yang keberadaannya terakhir kail diketahui tahun 1857 di Ambon.


Ragam fauna samudra Indonesia bertambah dengan ditemukannya dua genera dari ikan rockskipper di pesisir selatan Yogyakarta. Keduanya, Andamia dan Alticus, ditemukan tahun 2012 oleh peneliti muda, Gatot Nugroho Susanto.

Rockskipper atau biasa disebut cathal oleh warga lokal, terdiri dari tiga genera yaitu,Alticus, Andamia, dan Entomacrodus. Namun, karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi, ikan amfibi ini belum banyak diteliti.

Jenis dari Andamia yang ditemukan di pesisir Yogyakarta adalah Andamia heteropterayang terakhir kali ditemukan pada tahun 1857 di Ambon. Sedangkan dari Alticus yang ditemukan bersamaan, kemungkinan adalah jenis baru.


"Pergerakan mereka menggunakan sirip pelvik, sirip pektoral, dan sucker disk(pelebaran bibir bawah) menyebabkan ikan ini harus menempel ke substratnya. Hal ini menyebabkan rockskipper memerlukan substrat yang halus untuk mempermudah pergerakannya," ujar Gatot dalam surelnya, Rabu (26/3).Dalam korespondensinya dengan National Geographic Indonesia, Gatot mengatakan bahwa Andamia heteroptera yang terdapat di pesisir selatan Gunungkidul, memang sudah ada sejak dulu. Spesies langka ini memilih tinggal di struktur batuan gunung api karena memiliki permukaan yang halus sehingga memudahkan pergerakannya.

Bagi mata yang tidak awas, rockskipper mirip anak ular yang menempel di batu. Habitat bebatuan memang penting karena rockskipper hidup di batuan dan tidak pernah berada di air.

Ikan ini hanya memanfaatkan cipratan air laut untuk membasahi badannya dan akan menjauhi air dengan cara memanjat batuan ke arah yang lebih tinggi. "Ikan ini lebih banyak menggunakan kulit dibandingkan insang untuk bernafas," tambah Gatot, lulusan Pascasarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.

Minim fakta


Andamia heteroptera pertama kali ditemukan oleh Bleeker tahun 1857 di perairan Ambon. Namun demikian, karena masih jarangnya penelitian jenis ini, menyebabkan informasi sebaran di daerah lain belum pernah dilakukan. Ini berdampak pada kurangnya penelitian mengenai rockskipper.

Penelitian terakhir mengenai Andamia heteroptera hanya dilakukan oleh Rao dan Hora tahun 1938 di Kepulauan Andamandan hingga sekarang belum ada penelitian kembali --baik di Kepulauan Andaman maupun Indonesia.

"Perlu adanya tindakan langsung untuk mendata dan mengetahui informasi biologi jenis ikan ini. Penelitian saya diharapkan mampu memberikan sumbangan informasi kekayaan hayati di Indonesia," 



Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/03/ikan-amfibi-langka-ditemukan-di-pesisir-selatan-yogyakarta

Awan Lafaz Allah Hiasi Langit Lembang


fenomena alam cukup langka yakni munculnya gumpalan awan yang menyerupai bentuk lafaz Allah, membuat geger warga di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (15/3) siang. Kemunculan awan berbentuk lafaz Allah ini cukup lama disaksikan warga Lembang yakni sekitar 10 menit atau antara pukul 13.15 hingga pukul 13.25. Awan ini pun dapat disaksikan langsung dengan mata telanjang, tanpa perlu bantuan alat seperti teleskop.

Kemunculan awan langka ini pertama kali diketahui oleh Adi (35), yang saat itu baru selesai menunaikan salat Jumat di Masjid Agung Lembang yang berada di Jalan Raya Lembang. Saat itu, Adi yang hendak mengambil sepeda motornya di areal parkir depan Masjid Agung, menoleh ke arah kubah masjid. Setelah beberapa saat, ia kemudian langsung bergumam ke beberapa rekannya untuk memastikan tentang apa yang dilihatnya.

"Lihat itu awannya kok mirip lafaz Allah. Bener kan ya mirip?" ujar Adi setengah bertanya kepada beberapa rekannya yang saat itu tengah berada di areal parkir masjid.

Tanpa dikomando, beberapa teman Adi pun langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah kubah masjid yang jika dari arah mereka berdiri, tepat di atas kubah terdapat gumpalan awan menyerupai lafaz Allah. Adi segera mengarahkan tangan kanannya ke atas untuk menunjukkan letak awan berbentuk lafaz Allah tersebut kepada teman-temannya. Mata teman-temannya pun langsung fokus ke arah telunjuk Adi.

"Subhanallah, beneran itu mah mirip banget lafaz Allah. Enggak salah lagi," ujar Igun (30), salah seorang rekan Adi.

Mereka pun secara spontan segera mengeluarkan ponsel berkamera dengan maksud untuk mengabadikan momen langka tersebut. 

Adi mengaku sama sekali tidak sengaja saat matanya melihat dan menemukan gumpalan awan yang menyerupai lafaz Allah. Saat itu Adi hanya iseng menengok ke atas untuk melihat arsitektur Masjid Agung Lembang yang terbilang unik. Namun entah kenapa, matanya kemudian menyasar makin ke atas sebelum akhirnya berhenti di awan mempesona tersebut.

"Saya hanya lihat awan-awan karena saat itu langit sangat cerah. Tapi setelah diperhatikan, ternyata ada sebuah awan yang membentuk lafaz Allah," ungkap ayah dua anak ini sambil tersenyum.

Mengetahui ada kerumunan warga di depan masjid, beberapa orang wartawan yang saat itu habis menunaikan salat Jumat di Masjid Agung Lembang, segera menghampiri kerumunan warga tersebut. Setelah mengetahui bahwa warga tengah mengabadikan sebuah awan berbentuk lafaz Allah, beberapa wartawan langsung mengeluarkan kamera mereka untuk mengabadikan fenomena alam tersebut.

Aceng Budiman (34), warga Kampung Sukahaji, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, mengaku dirinya sangat takjub menyaksikan awan berbentuk lafaz Allah tersebut. Ia menyebut fenomena langka tersebut sebagai salah satu bukti kekuasaan dan kebesaran Allah yang sengaja ditunjukkan kepada manusia.

Terlebih kata dia, kemunculan awan langka tersebut baru pertama kali terjadi di atas langit Lembang. Sebelumnya, kata dia, dirinya hanya melihat awan-awan berbentuk lafaz Allah dari internet atau televisi. 

"Kalau secara langsung, saya baru pertama kali melihat awan berbentuk lafaz Allah saat ini. Apalagi ini terjadi di langit Lembang. Subhanallah," kata Aceng sambil terus menyaksikan awan yang masih menghiasi langit Lembang ketika itu.

Karena bentuknya yang cukup besar dan terang serta tidak tertutup awan lainnya, kemunculan gumpalan awan berbentuk lafaz Allah ini juga dapat disaksikan dari beberapa wilayah lainnya di Lembang. Bahkan warga di sekitar Alun-alun Lembang dan pertokoan di kawasan Jalan Raya Lembang juga sempat geger ketika mengetahui kemunculan awan berbentuk lafaz Allah tersebut.

Sejumlah orang terlihat keluar rumah atau toko untuk melihat sekaligus mengabadikan penampakan awan mempesona itu. Tak sedikit pula, karena terkagum-kagum, dari bibir mereka spontan terujar kalimat-kalimat tasbih. Hampir selama 10 menit, fenomena alam tersebut, kemudian menjadi objek foto warga Lembang.

"Mudah-mudahan saja munculnya awan itu dapat menjadi berkah bagi warga Lembang agar dijauhkan dari segala ancaman terutama ancaman meletusnya Tangkubanparahu. Semoga ini jadi pertanda baik," ujar Aceng.




Sumber : http://jabar.tribunnews.com/2013/03/15/awan-lafaz-allah-hiasi-langit-lembang

Gunung Ini Menyerupai Wajah Albert Einstein


Nama sebuah gunung di Alpen (Alp), Austria, yang mirip wajah fisikawan ternama Albert Einstein. Pendaki puncak Grimming berketinggian 7.700 kaki di pegunungan Alpen, Austria, terkejut. Mereka melihat gunung tersebut mirip dengan wajah yang sangat familiar. Gunung menampilkan perwajahan yang mirip wajah Albert Einstein. ''Lekukan gunung memiliki kesamaan yang sama persis hingga ke bentuk kumis lebat, mata sayu, dan rambut tipisnya Albert Einstein. ''Peraih Nobel asal Jerman yang menelurkan teori relativitas ini pernah mengatakan karyanya seperti 'mendaki gunung”.




Sumber : http://www.gelut.com/2013/03/gunung-ini-menyerupai-wajah-albert.html

Inilah Burung Unik Paling Langka di Dunia


Burung Sage Grouse (Centrocercus urophasianus) merupakan unggas paling langka yang ada di dunia. Berhabitat asli di wilayah Amerika, menurut peneliti burung ini hanya berjumlah 5.000 di alam liar.

Burung yang ditemukan 13 tahun lalu ini tampaknya akan punah bila tidak diperhatikan oleh para ahli konservasi hewan. Dalam kurun waktu lebih kurang satu dekade ini, populasinya kian menurun.

"Dalam sudut pandang saya, Gunnison Sage Grouse merupakan spesies burung yang berada dalam bahaya di semua wilayah Amerika Utara," ujar John Fitzpatrick dari Cornell Lab of Ornithology, seperti dikutip Discovery, Minggu (17/3/2013).

Burung ini memiliki perilaku unik ketika hendak kawin. Pada saat memasuki musim kawin, burung pejantan Sage Grouse akan mengibaskan ekor runcing dan membuat suara tertentu serta mengembungkan kantung udara kuning pada bagian dada mereka.

Fitzpatrick beserta rekannya kini memfokuskan perhatian pada kelangsungan hidup burung langka tersebut. Hewan yang bakal ditetapkan sebagai burung spesies hampir punah atau Endangered Species Act ini hanya tinggal di bagian timur Utah dan Colorado, Amerika Serikat.

"Gunnison Sage-Grouse kini dalam bahaya dari runtuhnya populasi lokal, di mana apabila ini terjadi, maka menghasilkan kepunahan pada spesies," jelas Fitzpatrick. Ia mengatakan, semua pihak mulai dari badan publik dan pemilik tanah swasta harus dapat membantu menstabilkan populasi burung melalui rencana konsevasi serta edukasi komunitas.

Wikipedia menerangkan, Sage Grouse merupakan hewan yang berhabitat lokal permanen (hanya ada di wilayah Amerika Serikat). Namun, burung ini bergerak pada jarak pendek ke dataran yang lebih rendah apabila masuk musim dingin.

Burung ini mencari makan di darat dengan memakan serangga dan beberapa jenis tanaman. Sage Grouse tidak dapat mencerna biji-bijian keras seperti burung belibis lainnya. Hewan ini bersarang di tanah, tepatnya di bawah semak atau rumput



Sumber : http://techno.okezone.com/read/2013/03/17/56/777172/inilah-burung-unik-paling-langka-di-dunia

Awan 'Malaikat' Muncul Usai Paus Baru Terpilih


Warga Florida, Amerika Serikat (AS) dihebohkan dengan penampakan awan menyerupai malaikat.

Peristiwa terjadi beberapa jam, setelah penampilan perdana Kardinal Jorge Mario Bergoglio sebagai Paus Fransiskus I, di Vatikan, Rabu (13/3/2013) lalu. Awan berwarna oranye menyerupai malaikat terbang, terlihat di atas langit Desa Royal Palm Beach, Florida, AS, saat sore hari.

Seperti dikutip Tribunnews.com dari Huffington Post, Jumat (15/3/2013), penampakkan mengagumkan itu diposting pertama kali dalam akun Facebook stasiun televisi Florida Selatan dan sekitarnya, WPTV. Lantas, postingan serupa disebarkan oleh penyiar ramalan cuaca WFLX, Steve Weagle.

Awan menyerupai malaikat, kabarnya juga muncul usai terjadi penembakan massal di sebuah pemutaran film Batman di Aurora, Colorado, Juli lalu.

Sebelumnya, seekor burung camar laut bertengger di cerobong asap Kapel Sistina, Vatikan, saat proses konklaf untuk mencari pengganti Paus Benediktus XVI.



Sumber : http://www.tribunnews.com/2013/03/15/awan-malaikat-muncul-usai-paus-baru-terpilih

Buset! Ada Sarang Burung Raksasa Yang Ada Di Afrika Selatan

 Fotografer Dillon Marsh dibuat kagum dengan kedekatan manusia dan alam di Afrika Selatan. Kali pertama ia melihat sarang burung raksasa yang menakjubkan dari burung penenun.


Burung penenun atau dalam bahasa inggris disebut weaver bird cenderung hidup berkoloni. Burung penenun jantan lah yang betugas untuk membangun sarang raksasa ini. 

Dalam perkembangannya yang menarik, ternyata manusia turut andil membantu melestarikan sarang burung penenun. “Saya melihat orang-orang aktif membantu burung dengan melampirkan frame kawat sederhana untuk puncaknya sehingga memungkinkan untuk membangun lebih atas lagi,” kata Marsh. 


Bagaimana mereka melakukan hal ini, Marsh belum tahu. Yang jelas, orang-orang ini tidak hanya menerima tetapi mendukung sebagai bagian dari kehidupan mereka. Tentu ini adalah hal yang sangat menarik. 

Selama tiga hari, Marsh mengeksplor area terbuka di Upington, sendirian di mobil. Ia terperangah setelah berhasil menemukan sarang yang ia cari. Kondisi cuaca yang bersahabat membuat setiap bidikan kameranya menghasilkan gambar yang oke. 

Sebagian besar burung-burung itu sendiri bersembunyi di dalam dan hanya keluar mencari makan sehingga hanya beberapa yang berhasil masuk ke frame terakhir. 

Pada akhirnya, Marsh berharap matanya lebih awas dalam mengekspos lingkungan sekitar. “Tujuan utama saya adalah bagaimana menunjukkan interaksi manusia dengan lingkungannya. 

Melalui tema foto, saya berharap untuk menunjukkan sedikit pengetahuan yang saya miliki kepada negara dan masyarakat. 










Sumber : http://4biyaksa.blogspot.com/2013/03/buset-ada-sarang-burung-raksasa-yang.html