Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

6 Hewan Yang Biasa Dimakan Mentah


Sering kasihan rasanya melihat lobster yang direbus di air mendidih dalam keadaan hidup. Tetapi, ternyata justru cara itulah yang benar. Kabarnya, apabila lobster dimasak dalam keadaan mati, ia dapat menyebabkan seseorang keracunan.
Tak habis kengerian kami mendengar si lobster dimasak hidup-hidup, malah ada yang bilang bahwa banyak hewan yang disajikan dan dimakan hidup-hidup.
Aih, tak terbayang bagaimana rasanya. Tetapi, kabarnya para pecinta kuliner ekstrim menggemari beberapa hewan yang biasa dimakan mentah seperti berikut ini...

Gurita
Menu gurita yang satu ini disebut Sannakji. Disajikan di Korea dan dianggap menu yang cukup beken di sana. Sannakji ini biasanya dimakan dengan bumbu minyak wijen dan wijen. Tentakel gurita ini biasa dipotong dari gurita hidup dan masih bergerak saat disumpit dan dicelupkan pada minyak wijen.
Masuk ke dalam mulut, tentakelnya terkadang memberikan perlawanan lho. Jadi hati-hati saat memakannya dan segera kunyah agar tidak sampai berhenti di tenggorokan saja.

Bulu Babi
Bila Anda pergi ke pantai terutama di sore hari, di sana sering ditemukan bulu babi yang terdampar. Nah, bulu babi ini juga menjadi menu santapan yang disajikan mentah lho.
Menu yang populer di Italia ini disebut Ricci di Mare. Jadi, bulu babi disajikan di atas piring dengan alat pembuka (semacam gunting), kemudian dimakan dengan bantuan sendok. Namun, ada pula yang lebih puas menikmatinya dengan cara memakan langsung dari tempurung si bulu babi. Tapi, hati-hati lho karena jarum-jarum di kulitnya bisa menyengat.

Udang Mabuk
Udang mabuk yang satu ini berasal dari China, biasa disajikan dalam keadaan masih hidup atau setengah sadar.
Pertama-tama, udang diletakkan di dalam mangkuk dan direndam dalam kandungan alkohol 40-60%. Ketika udang sudah mabuk dan terlihat bergerak sangat aktif, inilah waktu yang tepat mengonsumsinya.
Biasanya, orang lebih senang makan udang berukuran besar ketimbang yang kecil. Udang berukuran besar tidak terlalu aktif saat sedang mabuk, dan hanya mencoba kabur dengan melompat dari mangkuk.
Nggak terbayang kalau ia berusaha lompat dari mulut saat dimakan ya, hii...

Sashimi Katak
Katak adalah hewan yang biasa disajikan dengan bumbu taoco, atau digoreng. Tetapi, itu sih di Indonesia atau di China sana. Berbeda lagi dengan di Jepang, katak bisa disajikan mentah sebagai menu sashimi.
Katak dipotong menjadi beberapa bagian, disajikan lengkap bersama kulit yang telah dilepaskan dari dagingnya. Katak ini kemudian direndam dengan es batu dan dilumuri jeruk lemon agar tidak terlalu amis.
Untungnya saja katak tidak pernah disajikan benar-benar dalam keadaan hidup. Kita hanya akan melihat semua bagian-bagian tubuhnya di piring. Walaupun begitu, masih tega memakannya?
Hmmm... jangan salah. Menu ini juga salah satu menu favorit di Jepang selain sashimi ikan.

Salad Noma
Namanya memang lucu dan menggemaskan, Noma. Nama tersebut sebenarnya berasal dari Kopenhagen yang merujuk pada sebuah restauran yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Bahkan, ia mendudukui ranking dalam best restaurant in the world.
Inovasi makanan di resto ini selalu menggemparkan. Termasuk, salah satu saladnya, salad semut. Salad ini sepintas tampak seperti salad pada umumnya. Tetapi ternyata di dalamnya turut disajikan juga semut hitam yang telah disimpan di lemari pendingin, sehingga jalannya perlahan.
Semut-semut itu biasanya bergerak di atas daun selada dan mengerumuni tetesan cream.
Kami tak berani membayangkan rasanya. Tetapi yang jelas, saat masuk ke dalam menu resto Noma, harganya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.


Osyter atau tiram, menu ini juga biasa disajikan mentah dengan tetesan jeruk lemon dan disajikan di atas piring lengkap dengan esnya. Es batu digunakan untuk membuat tiram tetap segar. Kabarnya sih, apabila disajikan segar maka aroma amisnya akan sedikit berkurang.
Dan ketika dimakan, rasa gurih serta kesegaran laut segera mewarnai lidah Anda.


Sumber : http://alimob.blogspot.com/2013/04/6-hewan-yang-biasa-dimakan-mentah.html

Pizza Terpedas di Dunia Ini Bikin Bibir Terbakar dan Sakit Perut


Pizza bernama 'Saltdean Sizzler' ini tampak biasa saja. Enam potongannya pas untuk 1-2 orang. Toppingnya kuning kemerahan dan sedikit hitam. Saat menyentuh bibir, langsung akan merasa seperti terbakar.

Wajar saja, pizza ini terbuat dari salah satu jenis cabai terpedas di dunia. Tingkat kepedasannya bahkan mengalahkan semprotan cabai (pepper spray) yang membuat mata terasa sangat perih!

Penggagasnya adalah Paul Brayshaw (32), pemilik Paul's Pizza di Saltdean, Inggris. "Saya selalu suka makanan pedas... Saya juga suka menonton acaraMan vs Food," ujar Brayshaw tentang asal mula idenya, seperti diberitakanDaily Mail (27/03/13).

Brayshaw telah menghubungi pihak Guinness World Records agar pizzanya tercatat resmi sebagai yang terpedas di dunia. Syarat yang harus dipenuhi adalah pizza tersebut harus memiliki tingkat kepedasan lebih dari 1 juta SHU. Angka ini lebih dari 10 kali lipat pedasnya cabai rawit.

Brayshaw berusaha memenuhi ketentuan tersebut dengan memakai cabai terpedas di dunia, yakni cabai setan atau Bhut Jolokia. Setelah dilumatkan menjadi pasta, pria ini menambahkan ekstrak cabai lagi agar pedasnya semakin membakar.

Saat ini pizza tersebut sedang diuji di Warwick University. Brayshawpun sedang menunggu konfirmasi dari pihak Guinness. Sambil menanti kabar, pria ini tetap menjual pizza Saltdean Sizzler seharga 10,99 poundsterling (Rp 162.000).

Sejak diperkenalkan tahun lalu sampai saat ini, Brayshaw telah menjual 1.307 pizza. Namun, dari sedemikian banyak orang yang berani mencoba, hanya delapan orang pria dan satu orang wanita yang namanya berhasil masuk ke 'Wall of Flame'. Mereka sukses menghabiskan pizza berdiameter 10 inchi ini.

Sisanya berakhir di 'Wall of Shame' yang terpajang di restorannya. Brayshaw sendiri hanya pernah memakan dua potong Saltdean Sizzler.

Christopher Barnard (28) menceritakan pengalamannya mencicipi pizza terpedas di dunia ini. "Sakitnya terasa bahkan sebelum saya menggigitnya. Saat pizza ini menyentuh bibir saya, rasanya seperti terbakar," tuturnya.

Menurutnya, ia tak merasakan kenikmatan kecuali rasa sakit yang tak tertahankan. Barnardpun sempat takut menelan pizza tersebut. Setelah 20 menit, nyerinya hilang. Namun, kelegaan sementara ini segera disusul oleh sakit perut luar biasa. "Saya tidak akan pernah melakukannya lagi," ujarnya kapok.



Sumber : http://food.detik.com/read/2013/04/02/063808/2208884/297/pizza-terpedas-di-dunia-ini-bikin-bibir-terbakar-dan-sakit-perut?991104topnews

Sensasi Bersantap di Kafe Toilet.....


Kafe ini baru saja menerima tamu pertamanya pada Februari 2013. Dengan mengusung konsep unik, Pete Tomlinson dan Ben Russel optimistis, kafe yang berada di Foley Street, London, Inggris, ini akan menyambut banyak pelanggan.

Beberapa situs lokal meresensi kafe tersebut sebagai salah satu destinasi terunik bagi penikmat kopi. Kafe bernama The Attendant tersebut berada di Foley Street di area Fitzrovia, London. Meski berada di bawah tanah, keberadaan kafe tersebut sulit untuk tidak Anda hiraukan.


Pete dan Ben memang sengaja membiarkan pagar-pagar besi di atas kafe ini sebagai penanda unik. Dengan tanda tersebut, baik pria maupun wanita kini dapat menyempatkan sedikit waktunya untuk menyantap makanan dan menyeruput kopi di tempat ini.

Sebelum menjadi kafe, lokasi The Attendant sebenarnya merupakan toilet umum. Toilet umum yang telah ada sejak 1890-an ini memiliki perangkat toilet bergaya Victoria. Urinalnya besar hingga menyentuh lantai. Tidak persis, namun mirip dengan urinal yang ada di Lawang Sewu, Semarang. Menurut situs resmi kafe dan restoran tersebut, lokasi ini sudah diabaikan selama 50 tahun.


Pete Tomlinson dan Ben Russel merupakan orang-orang "cukup gila" yang berani mengubah toilet tua menjadi kafe. Boleh jadi, menyantap makanan di dalam toilet mungkin ada di luar imajinasi Anda. Entah karena kurang higienis atau hal lain, tentu kamar mandi bukan tempat yang tepat sebagai lokasi bersantap.

Namun, The Attendant siap mengubah pandangan Anda. Tampilan aslinya masih mereka pertahankan.

Urinal buatan Doulton & Co mereka ubah menjadi meja bar berukuran kecil dengan "selembar" kayu sebagai mejanya. Dengan penambahan kayu tersebut, urinal menjadi semacam pemisah antar meja.


Jangan khawatir, di tempat ini urinal benar-benar dijamin kebersihannya. Tentu saja! Karena Pete dan Ben tidak akan begitu saja membuang hasil jerih payahnya dengan menyediakan lokasi kotor dan makanan tidak sehat.

Setelah dua tahun perencanaan dan melakukan restorasi, kantor Attentant berhasil mereka ubah menjadi dapur. Sementara itu, urinal porselen mereka jadikan meja-meja bersekat. Setiap meja memiliki sebuah kursi berwarna hijau. Kursi ini selaras dengan lantai bergaya Victoria yang beraksen wajik hijau.




Sumber : http://properti.kompas.com/read/2013/03/21/16501737/Sensasi.Bersantap.di.Kafe.Toilet.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Boobs Ramen, sajikan makanan dengan cara seksi


Boobs Ramen adalah julukan untuk sebuah bar yang terletak di Tokyo, Jepang. Jika mendengar nama bar ini, apa yang muncul di pikiran Anda?

Bar dengan nama asli Ramen Bar ini kerap dipanggil Boobs Ramen karena pemiliknya, Takako Hayakawa, mempunyai ukuran dada yang cukup besar. 

Jika Anda membayangkan sebuah bar yang dipenuhi banyak pelayan super seksi, Anda salah. Di sini, hanya Takako yang melayani para tamu. Tentu saja tempat ini bukan bar seks atau semacamnya. Tempat ini hanyalah bar kecil yang menyajikan suasana bersantai yang tenang.


Mungkin julukan Boobs Ramen sendiri diambil karena pemilik bar tersebut kebetulan mempunyai ukuran dan bentuk dada yang indah. Sebagaimana dilansir rocketnews24 (5/3), makanan yang ditawarkan cukup bervariasi seperti pangsit, ramen, pizza, dan masih banyak lagi. 

Selain makanannya yang enak, pemilik bar ini juga dikenal sangat ramah. Ia sering berbincang dengan para tamu, baik wanita ataupun pria, dengan caranya yang sangat santai. Rupanya, hal itu menjadi daya tarik tersendiri dari bar tersebut.

Banyak pengunjung yang memutuskan untuk datang kembali karena suasananya yang tenang. Atmosfer bar ini juga sangat nyaman dan jauh dari kata bising lho.



Sumber : http://www.merdeka.com/gaya/boobs-ramen-sajikan-makanan-dengan-cara-seksi.html

10 Makanan Paling Pedas Di Dunia

Berita Unik : Sebagai orang Indonesia, kita tentunya bangga dengan makanan kita yang kaya akan rasa dan memiliki ciri unik yang tidak dimiliki oleh makanan dari kebanyakan negara lain, iya, pedas! Walaupun makanan pedas hampir selalu diasosiasikan dengan negara seperti Thailand, ternyata makanan Indonesia masuk ke dalam daftar 10 makanan paling pedas menurut lidah orang bule.

10. Tom Yum – Thailand. 
Sup asam pedas dari Thailand ini memang sangat menggoda, aroma yang memikat dan menjanjikan pedas yang menyengat. Variasi dari Tom Yum ini banyak, antara lain adalah Tom Yum Gai (ayam) atau Tom Yum Pla (seafood), rasa pedas yang ada berasal dari cabe yang disebut Thai Bird’s Eye Chilis, air jeruk nipis dan daun jeruk purut. Kombinasi ini, ternyata cukup membakar rongga mulut orang bule!

9. Shrimp Creole – Amerika.
Masakan ini berasal dari Amerika Serikat bagian Selatan, dan merupakan comfort food buat mereka yang menyenangi rongga mulut terasa terbakar. Bumbu dan bahan makanan ini sederhana, seperti cabe, tomat, udang dan ayam, dan rasa pedas makanan ini didapat dari cabe segar dan cayenne pepper

8. Papa a la Huancaina – Peru
Makanan ringan seperti salad kentang, yang berisi kentang rebus dingin, dan disajikan dengan saus Huancaina. Penyajian lengkap makanan ini selalu melibatkan daun selada, buah zaitun hitam, biji jagung, dan potongan telur rebus. Saus Huancaina inilah yang membuatnya ekstra pedas, karena selain terbuat dari keju, susu kental, garam, salah satu bahannya adalah cabe yang disebut Amarillo chili, yang lumayan pedas!

7. Lobak dengan Lada Sichuan – China
Pada umumnya salad disajikan segar dengan sedikit rasa masam, tapi salad yang ini sangat berbeda. Lobak dengan Lada Sichuan (utuh) dan potongan cabe merah. Jadi dalam makanan ini Anda akan menemukan rasa manis, pedas, dan renyah. Memang makanan yang disajikan dengan brilian.. dan membakar.. Cabe yang digunakan? Bird’s Eye Chilis. Jika cabe ini masih kurang, ingat, ada Lada Sichuan utuh. Rasanya, digambarkan dengan menarik, asam-asam pedas, atau buat orang bule, cukup mengatakan: seperti mengunyah ranjau!

6. Bibimbap dengan Kimchi – Korea
Bibimbap? Kimchi? Asing ya.. coba kita lihat satu persatu. Kimchi adalah acar kubis, yang dibumbui bawang putih, bawang merah, cabe, dan jahe! Pedas? Sudah pasti, panas pula! Masa fermentasi acar kubis ini beberapa bulan, jadi bisa dibayangkan, rasa pedas bawang dan cabe serta jahe yang sudah pasti menyengat!

Bibimbap adalah makanan klasik khas korea, yang terdiri dari nasi, sayuran tumis, daging, telur goreng dan.. sambal… Selamat menikmati!

5. Sayap Ayam Suicide – Amerika
Entah kenapa orang Amerika suka banget sayap ayam yang digoreng kering dan gurih, kemudian diberi bumbu panas-pedas yang menurut mereka ‘bisa membakar perut’, yang pastinya masih tidak terasa apa-apa di lidah kita. Bumbu yang ada selalu berupa campuran Saus Tabasco, potongan cabe kering, dan cabe segar cincang (yang sayangnya – atau untungnya – semua biji cabe yang ada dibuang terlebih dahulu)

4. Jerk Chicken – Karibia
Tidak hanya ganas, tapi makanan ini juga nikmat dan sangat menyenangkan. Berbagai bumbu yang ada adalah bumbu khas daerah Asia dan Afrika, yang hangat dan beraroma nikmat. Allspice, cengkeh, kayu manis, daun bawang, pala, thyme dan bawang putih, semuanya menyumbangkan rasa hangat, yang diperkuat oleh cabe Scotch Bonnetyang dikatakan mampu membuat orang kebingungan setelah menelan, saking pedasnya.

3. Wot – Ethiopia
Mungkin orang banyak yang tidak berpikir bahwa Afrika mampu menyumbangkan makanan pedas, jangan salah, Ethiopia terkenal akan Wot (tumisan). Wot yang paling nikmat seringkali berbumbu satu kilo bawang merah dan bawang putih, beberapa ons jahe, dan barbere (campuran bumbu kering dan cabe kering) yang luar biasa pedas dalam jumlah yang tidak kalah mengerikan.

Makanan luar biasa menantang ini dibuat dari kaldu ayam, yang diberi bumbu seperti di atas, dan direbus selama beberapa jam, sampai semua rasa yang ada tercampur rata, dan panas dari cabe dan bumbu yang ada juga tidak tertinggal sedikitpun. Setelah matang, makanan ini disajikan di atas piring injera (semacam roti) dan diberi bonus telur rebus utuh!

2. Vindaloo – India
Jelas salah satu saingan kita dalam masakan pedas, bayangkan, bumbu seperti biji mostar, cabe kering, ketumbar, jahe, adas, semuanya selalu ada.

Nah.. Vindaloo ini pedas, karena daging yang digunakan dalam masakan ini direndam dalam cuka, yang ditambah bumbu pedas tadi, yang semuanya akan bekerja sama membuat daging yang ada semakin menusuk dan menggigit!

Nah.. mana makanan Indonesia yang masuk dalam daftar? Ya! Tebakan Anda tepat sekali, makanan kita masuk sebagai makanan paling pedas nomor 1 di dunia!

1. Sambal Ulek – Indonesia
Memang bukan makanan utuh sih, lebih ke ‘condiment’atau makanan pendamping, tapi semua bentuk cabe bisa dipakai, dan termasuk cabe lokal kita yang ternyata 10 kali lebih pedas daripada Thai Bird’s Eye Chili.

Menurut lidah orang bule, sambal ulek kita ini ultra pedas, dan satu-satunya cara untuk menahan rasa pedasnya, adalah makan makanan lain sebanyak mungkin. Komentar orang bule setelah makan sambal ulek kita biasanya adalah mereka merasa kehilangan bibir…

Akhirnya kekayaan kuliner kita diakui juga oleh orang bule, sayangnya mereka baru melihat makanan pedas saja. Padahal jika ada serial dokumentasi makanan Indonesia dari Sabang sampai Merauke, bisa butuh setahun lebih acara tersebut berlangsung, biar juga tayang setiap hari.